Minggu, 26 April 2015

Angin

Lewat sajak yang tertulis
Lewat kata yang tak mampu terucap
Hingga usang nampak tua
Putih menjadi abu

Saat Angin berhembus perlahan
Ia mampu mengetuk hati
Meniup rasa hingga ke jiwa
Tak pergi meski tertiup udara

Karna angin bukan udara
Ia datang dan pergi sesukanya
Karna Ia bukan udara
Ak berharap tak bergantung padanya

Saat Ia berhembus padaku
Itu hanya kesejukkan sesaat
Namun saat Ia menghilang
Ku tau itu luka yang panjang

Teruntuk Angin..
Jika datang, ambilah semua cerita
Lalu pergi, bawalah semua kenangan
Jangan ada yang tersisa

Bersama hembusanmu, Angin
Ak berharap semua terbang jauh
Bersama hembusanmu, Angin
Ak berharap semua cepat berlalu