Selasa, 07 Oktober 2014

Teruntuk dirimu, terkasih ;)

Hai cinta yang menyapaku dengan lembut
Yang tak pernah lelah menghadapiku
Yang slalu punya beribu maaf untukku
Yang tak punya batas sabar menungguku

Untukmu yang terkasih
Maaf tak punya banyak sajak cinta
Maaf tak pandai merangkai rindu
Mungkin tak seindah yang kau mau

Batas sajakku untukmu
Bukan batas cintaku padamu
Karna kau tak terlukis oleh sajak apapun
Karna cintamu terlalu indah untuk ku tulis

Sayang, terimakasih untuk setiamu
Tetap menggenggamku erat meski badai tiba
Tetap disampingku meski aku sempat berlari
Tetap mencintaiku meski ku tau sakit untukmu

Beribu terimakasih untuk keteguhanmu
Dalam menjagaku, menjaga "kita"
Dalam mencintaiku tanpa lelah
Dalam mewujudkan mimpi-mimpi cinta

Teruntuk dikau yang masih setia mencintaiku tanpa lelah :)
Dear "Dimas Purwandanu" ;)


30 september 2014

Tuhan
Mengapa harus ada beda
Untuk kita, Dalam memuja-Mu
Untuk kita, Dalam menyakini-Mu

Tuhan
Mengapa harus tak sama
Dalam  melafal asma-Mu
Dalam memanjat do'a pada-Mu

Mereka bilang,
Beda itu indah kawan
Beda itu anugerah sobat
Berbeda itu hal yang wajar

Tapi kenapa semua jadi hina
Ketika aku dan kamu yang berbeda
Ketika Tuhan kita tak sama
Ketika apa yang kita yakini berbeda

Aku berada pada benar salah-Mu
Dia berada pada benar salah-Nya
Kita punya surga dan neraka berbeda
Salahkah jika ada rasa yang tercipta ?

Entah hanya rasa nyaman
Entah memang rasa yang lebih
Salah dan benar seakan tak adil
Salah siapa Tuhan ?

Dimanakah letak adil untuk ku ?
Mengapa harus aku ?
Aku bahkan tak pernah memintanya
Lalu mengapa harus aku yang di cerca

Tak Manis

Manis..
Memang tak pernah manis
Tak pernah jadi manis di matamu
Meski sebenarnya di belakangmu
Slalu ku coba memperbaiki segalanya
Merubah segala hal yang tak kau suka
Bersusah payah mengubah tingkah
Sulit...Namun tetap ku lakukan
Tanpa sedikitpun keluh di hati
Namun nyatanya tetap tak pernah manis
Sebanyak apapun peluh
Aku tetaplah aku di matamu
Tetap sama seperti sedia kala
Tetap tak merubah apapun
Sekeras apapun ku tlah merubahnya
Terlampau bermimpi tuk jadi indah
Terlampau berimajinasi tuk jadi manis
Seperti mereka di matamu
Sekali lagi, aku tetaplah aku
Batu kerikil bukan permata
Aku tetaplah aku
Begitu adanya dalam pandangmu
Meski semanis apapun ku ubah
Tetap terasa pahit
Sepahit kisah ini

Minggu, 05 Oktober 2014

Kamu yang tak pernah terengkuh
kamu yang tak mampu tergenggam
terimakasih untuk beberapa detik yg lalu
Henin sejenak dalam pelukanmu

Beberapa detik dalam bisu
membungkam keramaian dalam beberapa waktu
mengirisku dengan rsa sakit yg sama
masih tetap sama seperti dulu

Dulu, di kala itu
saat ak mencoba menghapusmu
Namun tak jua berhasil
saat bersusah payah berlari jauh

Jauh ke segala tempat
namun nyatanya tetap sia-sia
hanya omong kosong yang berdusta pada hati
hanya ego yg entah hatus di apakan lagi

memilikimu memang hanya mimpi
bersamamu hanya menambah sakit
melepasmupun hanya menambah pedih
rasanya hanya ingin membuang jauh hati di diri

Tuhan, Mengapa ?

Jemari yang sempat berhenti
Tinta yang sempat mengering
Coretan yang sempat memutih
semua yang sempat memudar

Goresan tinta yang sempat ku buang
Entah mengapa ku ulang kembali
Jemariku kini enggan berhenti
Terlalu banyak kata yang terangkai

Semua indah kini ku rangkai kembali
Sajak tentangmu yang tak tergapai
Puisi tentang kita yang tak terwujud
Semua indah yang hanya tertulis

Aku tak mengenang segalanya
Hanya sebatas ingin mengungkap
Semua kepiluan yang tak lagi terbendung
Hanya tinta dan kertas putih

Terlalu banyak pertanyaan
Namun kau masih tetap bisu
Lalu aku bisa apa ?
Hanya terlihat semakin bodoh

Sajak tentang kata yang sia-sia
Namun mendamaikan jemariku
Sajak kata yang tak terucap
Karena tak ada waktu yang tepat

Untuk kita...
Semua waktu tetaplah salah
Semua keadaan tetaplah hina
Tuhan, "Mengapa" ?

Batu Kerikil

Batu itu keras
Batu itu kuat
Batu itu tajam
Tapi, batu itu indah

Sebuah benda yang diam
Tak mampu bergerak
Tak mampu berteriak
Tapi, berguna

Ada sebuah makna indah
Di balik batu kerikil
Mereka angkuh
Tapi, mereka peduli


Thanks ,
By : HDBK 21-01-14

Pulau Atnic

Ku bayangkan sebuah tempat
Dimana hanya ada air
Hanya ada pohon
Dan alunan burung
Menambah ramai suasana

Khayalan ku
Ku ingin dirimu disana
Memulai hidup baru
Bersama tulang rusukmu
Melanjutkan mimpiku

Thanks ,
By : HDBK 21-01-14