Lewat sajak yang tertulis
Lewat kata yang tak mampu terucap
Hingga usang nampak tua
Putih menjadi abu
Saat Angin berhembus perlahan
Ia mampu mengetuk hati
Meniup rasa hingga ke jiwa
Tak pergi meski tertiup udara
Karna angin bukan udara
Ia datang dan pergi sesukanya
Karna Ia bukan udara
Ak berharap tak bergantung padanya
Saat Ia berhembus padaku
Itu hanya kesejukkan sesaat
Namun saat Ia menghilang
Ku tau itu luka yang panjang
Teruntuk Angin..
Jika datang, ambilah semua cerita
Lalu pergi, bawalah semua kenangan
Jangan ada yang tersisa
Bersama hembusanmu, Angin
Ak berharap semua terbang jauh
Bersama hembusanmu, Angin
Ak berharap semua cepat berlalu
Tentang sajak yang tak mampu ku teriakkan, tentang pelangi yang menghilang secepat senja, tentang beda yang tak semua berakhir indah :)
Minggu, 26 April 2015
Selasa, 07 Oktober 2014
Teruntuk dirimu, terkasih ;)
Hai cinta yang menyapaku dengan lembut
Yang tak pernah lelah menghadapiku
Yang slalu punya beribu maaf untukku
Yang tak punya batas sabar menungguku
Untukmu yang terkasih
Maaf tak punya banyak sajak cinta
Maaf tak pandai merangkai rindu
Mungkin tak seindah yang kau mau
Batas sajakku untukmu
Bukan batas cintaku padamu
Karna kau tak terlukis oleh sajak apapun
Karna cintamu terlalu indah untuk ku tulis
Sayang, terimakasih untuk setiamu
Tetap menggenggamku erat meski badai tiba
Tetap disampingku meski aku sempat berlari
Tetap mencintaiku meski ku tau sakit untukmu
Beribu terimakasih untuk keteguhanmu
Dalam menjagaku, menjaga "kita"
Dalam mencintaiku tanpa lelah
Dalam mewujudkan mimpi-mimpi cinta
Teruntuk dikau yang masih setia mencintaiku tanpa lelah :)
Dear "Dimas Purwandanu" ;)
Yang tak pernah lelah menghadapiku
Yang slalu punya beribu maaf untukku
Yang tak punya batas sabar menungguku
Untukmu yang terkasih
Maaf tak punya banyak sajak cinta
Maaf tak pandai merangkai rindu
Mungkin tak seindah yang kau mau
Batas sajakku untukmu
Bukan batas cintaku padamu
Karna kau tak terlukis oleh sajak apapun
Karna cintamu terlalu indah untuk ku tulis
Sayang, terimakasih untuk setiamu
Tetap menggenggamku erat meski badai tiba
Tetap disampingku meski aku sempat berlari
Tetap mencintaiku meski ku tau sakit untukmu
Beribu terimakasih untuk keteguhanmu
Dalam menjagaku, menjaga "kita"
Dalam mencintaiku tanpa lelah
Dalam mewujudkan mimpi-mimpi cinta
Teruntuk dikau yang masih setia mencintaiku tanpa lelah :)
Dear "Dimas Purwandanu" ;)
30 september 2014
Tuhan
Mengapa harus ada beda
Untuk kita, Dalam memuja-Mu
Untuk kita, Dalam menyakini-Mu
Tuhan
Mengapa harus tak sama
Dalam melafal asma-Mu
Dalam memanjat do'a pada-Mu
Mereka bilang,
Beda itu indah kawan
Beda itu anugerah sobat
Berbeda itu hal yang wajar
Tapi kenapa semua jadi hina
Ketika aku dan kamu yang berbeda
Ketika Tuhan kita tak sama
Ketika apa yang kita yakini berbeda
Aku berada pada benar salah-Mu
Dia berada pada benar salah-Nya
Kita punya surga dan neraka berbeda
Salahkah jika ada rasa yang tercipta ?
Entah hanya rasa nyaman
Entah memang rasa yang lebih
Salah dan benar seakan tak adil
Salah siapa Tuhan ?
Dimanakah letak adil untuk ku ?
Mengapa harus aku ?
Aku bahkan tak pernah memintanya
Lalu mengapa harus aku yang di cerca
Mengapa harus ada beda
Untuk kita, Dalam memuja-Mu
Untuk kita, Dalam menyakini-Mu
Tuhan
Mengapa harus tak sama
Dalam melafal asma-Mu
Dalam memanjat do'a pada-Mu
Mereka bilang,
Beda itu indah kawan
Beda itu anugerah sobat
Berbeda itu hal yang wajar
Tapi kenapa semua jadi hina
Ketika aku dan kamu yang berbeda
Ketika Tuhan kita tak sama
Ketika apa yang kita yakini berbeda
Aku berada pada benar salah-Mu
Dia berada pada benar salah-Nya
Kita punya surga dan neraka berbeda
Salahkah jika ada rasa yang tercipta ?
Entah hanya rasa nyaman
Entah memang rasa yang lebih
Salah dan benar seakan tak adil
Salah siapa Tuhan ?
Dimanakah letak adil untuk ku ?
Mengapa harus aku ?
Aku bahkan tak pernah memintanya
Lalu mengapa harus aku yang di cerca
Tak Manis
Manis..
Memang tak pernah manis
Tak pernah jadi manis di matamu
Meski sebenarnya di belakangmu
Slalu ku coba memperbaiki segalanya
Merubah segala hal yang tak kau suka
Bersusah payah mengubah tingkah
Sulit...Namun tetap ku lakukan
Tanpa sedikitpun keluh di hati
Namun nyatanya tetap tak pernah manis
Sebanyak apapun peluh
Aku tetaplah aku di matamu
Tetap sama seperti sedia kala
Tetap tak merubah apapun
Sekeras apapun ku tlah merubahnya
Terlampau bermimpi tuk jadi indah
Terlampau berimajinasi tuk jadi manis
Seperti mereka di matamu
Sekali lagi, aku tetaplah aku
Batu kerikil bukan permata
Aku tetaplah aku
Begitu adanya dalam pandangmu
Meski semanis apapun ku ubah
Tetap terasa pahit
Sepahit kisah ini
Memang tak pernah manis
Tak pernah jadi manis di matamu
Meski sebenarnya di belakangmu
Slalu ku coba memperbaiki segalanya
Merubah segala hal yang tak kau suka
Bersusah payah mengubah tingkah
Sulit...Namun tetap ku lakukan
Tanpa sedikitpun keluh di hati
Namun nyatanya tetap tak pernah manis
Sebanyak apapun peluh
Aku tetaplah aku di matamu
Tetap sama seperti sedia kala
Tetap tak merubah apapun
Sekeras apapun ku tlah merubahnya
Terlampau bermimpi tuk jadi indah
Terlampau berimajinasi tuk jadi manis
Seperti mereka di matamu
Sekali lagi, aku tetaplah aku
Batu kerikil bukan permata
Aku tetaplah aku
Begitu adanya dalam pandangmu
Meski semanis apapun ku ubah
Tetap terasa pahit
Sepahit kisah ini
Minggu, 05 Oktober 2014
Kamu yang tak pernah terengkuh
kamu yang tak mampu tergenggam
terimakasih untuk beberapa detik yg lalu
Henin sejenak dalam pelukanmu
Beberapa detik dalam bisu
membungkam keramaian dalam beberapa waktu
mengirisku dengan rsa sakit yg sama
masih tetap sama seperti dulu
Dulu, di kala itu
saat ak mencoba menghapusmu
Namun tak jua berhasil
saat bersusah payah berlari jauh
Jauh ke segala tempat
namun nyatanya tetap sia-sia
hanya omong kosong yang berdusta pada hati
hanya ego yg entah hatus di apakan lagi
memilikimu memang hanya mimpi
bersamamu hanya menambah sakit
melepasmupun hanya menambah pedih
rasanya hanya ingin membuang jauh hati di diri
kamu yang tak mampu tergenggam
terimakasih untuk beberapa detik yg lalu
Henin sejenak dalam pelukanmu
Beberapa detik dalam bisu
membungkam keramaian dalam beberapa waktu
mengirisku dengan rsa sakit yg sama
masih tetap sama seperti dulu
Dulu, di kala itu
saat ak mencoba menghapusmu
Namun tak jua berhasil
saat bersusah payah berlari jauh
Jauh ke segala tempat
namun nyatanya tetap sia-sia
hanya omong kosong yang berdusta pada hati
hanya ego yg entah hatus di apakan lagi
memilikimu memang hanya mimpi
bersamamu hanya menambah sakit
melepasmupun hanya menambah pedih
rasanya hanya ingin membuang jauh hati di diri
Tuhan, Mengapa ?
Jemari yang sempat berhenti
Tinta yang sempat mengering
Coretan yang sempat memutih
semua yang sempat memudar
Goresan tinta yang sempat ku buang
Entah mengapa ku ulang kembali
Jemariku kini enggan berhenti
Terlalu banyak kata yang terangkai
Semua indah kini ku rangkai kembali
Sajak tentangmu yang tak tergapai
Puisi tentang kita yang tak terwujud
Semua indah yang hanya tertulis
Aku tak mengenang segalanya
Hanya sebatas ingin mengungkap
Semua kepiluan yang tak lagi terbendung
Hanya tinta dan kertas putih
Terlalu banyak pertanyaan
Namun kau masih tetap bisu
Lalu aku bisa apa ?
Hanya terlihat semakin bodoh
Sajak tentang kata yang sia-sia
Namun mendamaikan jemariku
Sajak kata yang tak terucap
Karena tak ada waktu yang tepat
Untuk kita...
Semua waktu tetaplah salah
Semua keadaan tetaplah hina
Tuhan, "Mengapa" ?
Tinta yang sempat mengering
Coretan yang sempat memutih
semua yang sempat memudar
Goresan tinta yang sempat ku buang
Entah mengapa ku ulang kembali
Jemariku kini enggan berhenti
Terlalu banyak kata yang terangkai
Semua indah kini ku rangkai kembali
Sajak tentangmu yang tak tergapai
Puisi tentang kita yang tak terwujud
Semua indah yang hanya tertulis
Aku tak mengenang segalanya
Hanya sebatas ingin mengungkap
Semua kepiluan yang tak lagi terbendung
Hanya tinta dan kertas putih
Terlalu banyak pertanyaan
Namun kau masih tetap bisu
Lalu aku bisa apa ?
Hanya terlihat semakin bodoh
Sajak tentang kata yang sia-sia
Namun mendamaikan jemariku
Sajak kata yang tak terucap
Karena tak ada waktu yang tepat
Untuk kita...
Semua waktu tetaplah salah
Semua keadaan tetaplah hina
Tuhan, "Mengapa" ?
Batu Kerikil
Batu itu keras
Batu itu kuat
Batu itu tajam
Tapi, batu itu indah
Sebuah benda yang diam
Tak mampu bergerak
Tak mampu berteriak
Tapi, berguna
Ada sebuah makna indah
Di balik batu kerikil
Mereka angkuh
Tapi, mereka peduli
Thanks ,
By : HDBK 21-01-14
Batu itu kuat
Batu itu tajam
Tapi, batu itu indah
Sebuah benda yang diam
Tak mampu bergerak
Tak mampu berteriak
Tapi, berguna
Ada sebuah makna indah
Di balik batu kerikil
Mereka angkuh
Tapi, mereka peduli
Thanks ,
By : HDBK 21-01-14
Langganan:
Postingan (Atom)